Tampilkan postingan dengan label critic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label critic. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

analisis 'fenomena macet'

Salam satrianisme satrianism..
Selamat malming mblo, itu remote TVnya jangan ditelen, lepehin pliss..

Malem minggu nih, waktunya ngapel yah, buat yg udah punya gandengan tentunya, sori mblo. Tapi lo pasti bakalan gondok banget kalo pas malem minggu kayak gini lo mo jemput pacar lo and well, lo lewat jalan yg macetnya parah cethar ulala badai.. contohnya Bundaran Kali Banteng Semarang.

Macet, hampir seluruh kota-kota besar di seluruh dunia tidak dapat terhindar dari yg namanya kemacetan. Dan karna itulah para walikota/kepala daerah sedang dibingungkan soal gimana cara ngatasi tuh si 'macet'. Tak terkecuali di Semarang sendiri, untuk mengatasi macet ini Pemerintah walikota Semarang, sedang mengadakan proyek jalan layang di daerah bundaran Kali Banteng menuju ke utara apa ke timur tuh, tapi nyatanya pembangunan proyek ini malah menambah panjang kemacetan di bundaran Kali Banteng ini. 2 taon ngga jadi2 pula. Well, selamat Pak Walikota Semarang.


Sesungguhnya "macet" itu merupakan pemicu 'kekesalan' yang membuat hati tak 'menentu' apalagi kalo lo mo jemput cewe/cowo lo (bukan lo mblo, sori) dan kemacetan juga salah satu pemicu 'serangan jantung'. Iya, gimana ngga bisa jantungan, orang pas macet kita diklaksonin terus dari belakang, kan kaget tuh, gitu. Tapi macet itu sesungguhnya juga melatih kita untuk berlatih bersabar. Well, sesekali okelah kita sabar saat diklakson orang, dua kali masih bersabar, tiga kali, sabar!! sabar!! empat, lima, enem kali, lempar aja tu orang pake helm!!! Sori, sori kebawa emosi. Tapi ngomong2 soal sabar, kalo lo keterusan sabar, misalnya aja gini, lo seorang single yg sulit move on masih aja nungguin si mantan ngajak balikan, berharap bertahun-tahun, bersabar bertahun-tahun atau mungkin elo seorang jomblo yang nungguin waktu yg tepat buat nembak gebetan tapi lo ngga berani2 juga, terus aja gitu, sabar nunggu waktu yg tepat, siap2 aja mblo, siap2 elo kena 'stroke'. Sabar yah #pukpuk

Balik soal macet, sebenernya gue punya ide agar ngga terjadi kemacetan di kawasan Bundaran Kali Banteng, ataupun di daerah2 lain yg rawan macet. Solusinya bukan bangun jalan layang karena itu justru menambah macet, faktanya gitu dan akan lama banget jadinya. Sekarang gue mahasiswa yg kritis gue tadi udah berani mengkritisi tapi gue juga punya solusi, ngga ngritik aja. Now, mari kita berpikir! pertama kita analisis dulu, faktor2 penyebab terjadinya macet di Bundaran Kali Banteng.
Faktor-faktor penyebab macet:
1. Terlalu banyak mobil-mobil pribadi
2. Terlalu banyak pengguna sepeda motor yang terlalu egois
3. Banyak bis, truk yg rodanya banyak yang membuat jalan menjadi sempit
4. Jalan yg rusak yg mengganggu pengendara di jalan
5. Terlalu banyak jomblo yg putus asa
Nah, sekarang kita udah tau faktor2 penyebab kemacetan di Bundaran Kali Banteng, dari faktor itu ternyata penyebab utamanya adalah banyaknya kendaraan2 di jalanan. Trus solusinya, untuk mengatasi itu seharusnya walikota Semarang menggunakan dan memanfaatkan kendaraan 'kapal selam'. Kapal selam dapat menampung banyak orang sehingga dapat mengurangi orang-orang yg menggunakan kendaraan pribadi. Kemudian kapal selam pengoperasinya juga bukan di jalanan, jadi ga memakan jalan yg membuat jalanan menjadi sempit. Inilah efek positif dari kapal selam, jadi harapannya pemerintah kota Semarang memaksimalkan penggunaan kapal selam ini untuk mengurangi kemacetan di kota Semarang dan demi kesejahteraan warga semua.

Itu, semoga saran gue didenger sama Pemkot Semarang, boleh diterima juga sangat dianjurkan untuk ditolak. Gue berani 'sumpah pocong' bakal dukung Farhat Abbas jadi presiden kalo doi bisa merealisasikan gagasan gue ini.

Tetap jadilah jomblo yg berkelas dan berwibawa..
Salam satrianisme satrianism..